Feed aggregator
1.744 Calhaj Asal Babel Terbang ke Tanah Suci
PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel), kembali melepas calon jemaah haji (Calhaj) asal Negeri Serumpun Sebalai, yang berpusat di Gedung Asrama Haji, Komplek Perkantoran Gubernur Babel, Senin (4/5/2026).
Pelepasan calhaj berjumlah 192 orang pada pukul 10.20 WIB tersebut merupakan rombongan dari kelompok terbang (Kloter) 9, atau kloter terakhir dari Babel yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026 M.
Ketua panitia pemberangkatan jemaah haji Babel H.Fahrurrozi menuturkan, total jemaah haji Babel pada 2026 ini sebanyak 1074 orang, yang terbagi dalam 3 penerbangan melalui embarkasi Palembang, yakni kloter 7, 8, dan kloter 9.
"Total awal 1077 orang, namun 3 orang mutasi ke provinsi lain, jadi jemaah haji Babel tahun ini sebanyak 1074 orang," ujar Fahrurrozi di sela-sela pelepasan calhaj menuju Palembang, Sumatera Selatan.
Fahrurrozi mengungkapkan, kloter 7 dan kloter 8 sudah diberangkatkan lebih dulu pada 1 mei (Kloter 7) sebanyak 440 orang (Satu orang menunda keberangkatan), dan 4 orang petugas. Sedangkan kloter 8 yang berjumlah 444 orang diberangkatkan pada 2 Mei 2026.
"Kloter 9 adalah gabungan jemaah haji asal Babel dengan jemaah haji asal Sumatera Selatan. Kloter 9 asal Babel berjumlah 192 orang di berangkatkan dari bendara Depati Amir pukul 12.00 WIB. Kemudian, dari embarkasi Palembang menuju Mekkah pukul 17.15 WIB," katanya.
Fahrurrozi mengungkapkan rasa syukurnya, karena semua calhaj dalam keadaan sehat. Ia berharap para jemaah dapat terus menjaga kondisi kesehatan selama proses ibadah hingga kepulangan kembali ke Tanah Air.
"Semoga para jemaah haji kita selalu diberkahi kesehatan oleh Allah SWT hingga kepulangan nanti. Demikian juga sepulangnya menjadi haji yang mabrur/mabrurah," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Hasan AMFotografer: LulusEditor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat: Kita Harus Bangga dengan Bahasa Daerah
PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani menekankan, bahwa masyarakat, termasuk generasi muda, harus bangga dengan bahasa yang dimiliki. Karena menurut dia, bahasa merupakan identitas dari sebuah bangsa atau daerah.
Hal tersebut disampaikan Noni Hidayat usai menghadiri sekaligus menjadi dewan juri acara Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel, di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Sabtu (2/5/2026).
"Kita harus bangga dengan bahasa kita, apalagi bahasa daerah, jangan ragu untuk menggunakannya. Karena bahasa adalah identitas kita sebagai masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Kepulauan Babel," ujarnya.
"Kalau saya, berpegangan pada pepatah lama, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Sebagai contoh, meski saya bukan asli Babel, tapi selama saya disini saya terus mempelajari bahasa lokal," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, dirinya juga kerap menggunakan bahasa daerah dalam kesehariannya, khususnya saat bertemu dengan masyarakat.
"Ketika saya di pasar misalnya. Saya juga kerap menggunakan bahasa lokal. Kita harus bangga, karena kita punya ragam bahasa dan budaya yang harus dikembangkan dan dilestarikan, karena itu semua adalah identitas dan jati diri kita," katanya.
Noni Hidayat juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan remaja di Negeri Serumpun Sebalai, untuk terus meningkatkan minat baca dan mengembangkan literasi.
"Salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan ini, yakni mengajak generasi muda kita, khususnya para remaja, untuk terus meningkatkan minat baca dan mengembangkan literasi," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Yudhistira Editor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaJadi Juri Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel 2026, Noni Hidayat Ajak Generasi Muda Cintai Bahasa
PANGKALPINANG — Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, hadir sekaligus menjadi dewan juri pada Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel 2026 yang digelar di Bangka City Hotel, Pangkalpinang, Sabtu (2/5/2026).
Usai kegiatan, Noni menekankan tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.
Ia mengajak generasi muda Babel untuk tidak hanya mencintai Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, tetapi juga menguasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global.
“Alhamdulillah hari ini saya hadir, sekaligus menjadi dewan juri dalam ajang Duta Bahasa Bangka Belitung 2026. Tadi juga telah terpilih Duta Bahasa yang baru,” ujarnya.
Menurut Noni, peran Duta Bahasa bukan sekadar simbolis, melainkan strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Para Duta Bahasa, kata Noni Hidayat, diharapkan mampu mendorong generasi muda untuk bangga menggunakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta meningkatkan kompetensi bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.
“Tugas mereka tidak ringan, karena harus mengajak masyarakat, khususnya generasi muda kita untuk mencintai bahasa, baik Bahasa Indonesia maupun daerah, serta menguasai bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris,” katanya.
Untuk diketahui, Ajang Puncak Pemilihan Duta Bahasa Babel 2026 diikuti 10 pasang finalis, yang merupakan putra/putri terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Negeri Serumpun Sebalai.
Pasangan Muhammad Julio Erlangga dan Josephine Gloria Onggara dinobatkan sebagai pemenang I pada ajang itu, dan akan mewakili Babel dalam Ajang Pemilihan Duta Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta, pada bulan Agustus atau September 2026 mendatang.
Setelah melalui serangkaian tahapan penilaian, terpilih lima pasangan pemenang, yakni:
Pemenang I: Muhammad Julio Erlangga dan Josephine Gloria Onggara.
Pemenang II: Firwadi Astrolio dan Florentina Dwi Yulia;
Pemenang III: Ilham Maulana dan Azzura Syifana;
Pemenang IV: Marcelino Oktofian dan Khusnul Hotimah;
Pemenang V: Dani Akbar Chaniago dan Ermi Cahyati;
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Yudhistira Fotografer: Yudhistira Editor: Rangga Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPeringati Hardiknas, Ketua TP PKK Babel Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Keluarga di Wisuda Santri IKPAH
PEMALI – Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, memberikan dukungan penuh pada rangkaian wisuda 200 santri TKQ/TPQ binaan Yayasan IKPAH Indonesia Angkatan XXVI, Sabtu (2/5/2026).
Mengawali agendanya sebelum puncak acara wisuda dimulai, Noni beserta rombongan terlebih dahulu meninjau langsung area asrama Ponpes Tunanetra 'Nurul A'Maa'.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Babel ini dibuat kagum dan memberikan apresiasi tinggi saat melihat kegigihan para santri disabilitas netra dalam menghafal ayat suci Al-Qur'an melalui sentuhan jari pada huruf Braille. Bagi Noni, semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para santri tersebut adalah cerminan esensi sejati dari semangat Hari Pendidikan Nasional yang patut diteladani.
Beranjak ke Aula Pesantren untuk mengikuti jalannya prosesi wisuda, Noni hadir tak sekadar duduk sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung memandu prosesi pemindahan tali toga para santri dan menyerahkan penghargaan secara khusus kepada anak-anak yang berhasil meraih prestasi gemilang.
Keterlibatan aktif Noni dalam agenda ini merupakan wujud nyata implementasi 10 Program Pokok PKK, terutama pada Kelompok Kerja (Pokja) yang membidangi pendidikan dan pengamalan nilai-nilai karakter dalam keluarga. Menurutnya, momentum Hardiknas harus dimaknai sebagai penguatan fondasi moral anak sejak usia dini.
"Pendidikan karakter dan fondasi moral itu sejatinya bermula dari lingkungan keluarga. Wisuda hari ini menjadi bukti nyata keberhasilan keluarga dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sebagai pedoman hidup generasi penerus kita di Bangka Belitung," ungkap Noni di sela-sela acara.
Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Riski Amelia, memaparkan bahwa wisuda angkatan ke-26 ini diikuti oleh santri dari 20 lembaga TKQ/TPQ se-Kabupaten Bangka. Ia menegaskan fokus yayasan dalam menjalankan misi sosial keagamaan yang inklusif.
"Kami berkomitmen memberantas buta aksara Al-Qur'an, baik untuk masyarakat awas melalui santri-santri ini, maupun lewat perjuangan teman-teman tunanetra di pesantren ini melalui media huruf Braille," tutur Riski.
Menutup rangkaian agendanya, Noni kembali berharap agar momentum Hardiknas ini dapat menginspirasi seluruh kader PKK di Bangka Belitung untuk terus bergerak aktif di tengah masyarakat. Ia berpesan agar keluarga senantiasa mengambil peran sebagai madrasah pertama dan benteng utama dalam mendidik anak-anak yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaHadiri Wisuda 200 Santri Yayasan IKPAH, Bunda PAUD Babel Harap Generasi Penerus Terus Cintai Al-Qur'an
Pemali-Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, hadir memberikan dukungan penuh pada prosesi wisuda 200 santri TKQ/TPQ binaan Yayasan IKPAH Indonesia Angkatan XXVI, Sabtu (2/5/2026).
Bertempat di Aula Pesantren Tuna Netra Indonesia 'Nurul A'Maa', Sungailiat, Noni yang hadir didampingi istri Bupati Bangka, Dini Fery Insani, tak sekadar duduk sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung memandu prosesi pemindahan tali toga para santri dan secara khusus menyerahkan penghargaan kepada anak-anak yang meraih prestasi.
Tanpa agenda sambutan formal, rasa bangga Noni justru terlihat jelas dari interaksi hangatnya dengan para santri dan wali murid di sela-sela acara.
"Mereka santri-santri yang diwisuda ini adalah penerus Bangka Belitung yang mencintai Al-Qur'an. Saya harap ada anak-anak lainnya juga mengikuti dan selalu dekat dengan Al-Qur'an," ungkap Noni kepada awak media dan tamu yang hadir.
Terkait pelaksanaan wisuda, Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Riski Amelia, memaparkan bahwa ada sekitar 200 santri dari 20 lembaga TKQ/TPQ se-Kabupaten Bangka yang berhasil menamatkan pendidikan dasar Al-Qur'an pada angkatan ke-26 ini.
Dalam kesempatan tersebut, Riski juga menegaskan dua misi utama yang kini menjadi fokus yayasan.
"Ini dua hal yang kami lakukan saat ini di Pesantren Tunanetra, yakni memberantas buta aksara Al-Qur'an untuk orang awas (penglihatan normal) lewat santri-santri ini, dan juga memberantas buta aksara Al-Qur'an Braille lewat teman-teman tunanetra yang berjuang di pesantren ini," paparnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bangka, Suprianto Suhari, dalam sambutannya memberikan pengingat tegas kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan anak.
"Kami mengingatkan agar tidak terjadi perundungan (bullying) dan kekerasan fisik di lembaga TKQ/TPQ. Jaga keamanan di lingkungan sehingga ramah untuk belajar dan ramah untuk anak," tegas Suprianto.
Sebagai informasi, sebelum puncak acara wisuda ini dimulai, Noni Hidayat Arsani bersama rombongan lainnya menyempatkan diri untuk meninjau langsung area asrama Ponpes Tunanetra 'Nurul A'Maa'.
Dalam tinjauan tersebut, Bunda PAUD Babel ini berinteraksi dekat dan memberikan apresiasi tinggi kepada para santri disabilitas netra. Ia memuji kegigihan para santri yang luar biasa hebat, mampu membaca hingga menghafal ayat suci Al-Qur'an hanya dengan kepekaan jari meraba lembar demi lembar huruf Braille.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Idris AfFotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaKKMD Babel Gelar Kajian Dokumen Policy Brief Konservasi dan Rehabilitasi Mangrove, Pj Sekda Ingatkan Hal ini
PANGKALPINANG – Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Kajian Dokumen Policy Brief Konservasi dan Rehabilitasi Mangrove, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Hotel Santika, Bangka, Pangkalanbaru, Bangka Tengah ini dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto yang diwakili oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Joko Triadhi.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Babel ini menjadi langkah strategis dalam upaya perlindungan ekosistem pesisir di Bumi Serumpun Sebalai.
Dalam sambutan tertulis Pj. Sekda yang dibacakan oleh Joko Triadhi, ditekankan bahwa kualitas hutan mangrove di Bangka Belitung saat ini terus menghadapi tantangan besar, terutama akibat aktivitas penambangan timah ilegal dan alih fungsi lahan pesisir.
"Dokumen policy brief ini diharapkan menjadi panduan kebijakan yang implementatif bagi seluruh pemangku kepentingan. Kita perlu menyatukan langkah untuk memastikan pemulihan ekosistem mangrove berjalan secara terencana, berkelanjutan, dan selaras dengan rencana pembangunan daerah," ujar Joko saat menyampaikan sambutan Pj. Sekda Babel di hadapan para peserta kegiatan.
Kegiatan ini juga menyoroti peran KKMD sebagai motor penggerak dalam pelestarian lingkungan. Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam dokumen tersebut meliputi: Pertama, Rehabilitasi Mangrove, yakni upaya memulihkan area kritis yang terdampak degradasi lingkungan.
Kedua, Pengembangan Ekonomi Masyarakat, yakni mendorong pengelolaan mangrove yang dapat memberikan manfaat ekonomi, seperti pengembangan desa wisata berbasis alam. Ketiga, Sinergi Lintas Sektor, yakni memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seperti Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Joko juga mengingatkan pentingnya pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengawalan rencana aksi ini. Menurutnya, keberhasilan konservasi sangat bergantung pada bagaimana masyarakat pesisir mampu menjaga ekosistem yang menjadi benteng alami terhadap abrasi dan bencana laut tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Pangkalpinang ini dihadiri perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, akademisi, serta komunitas peduli lingkungan yang tergabung dalam keanggotaan KKMD Provinsi Babel.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Tim IKPFotografer: KKMBEditor: AhmadKategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaDiskominfo Babel Paparkan Capaian Provinsi "Informatif" di Uji Petik Kemenkopolkam RI
PANGKALPINANG — Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kementerian Koordinator Politik, dan Keamanan (Kemenkopolkam) Republik Indonesia (RI), menggelar audiensi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Babel, beserta Komisi Informasi (KI) Babel, di Ruang Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Rabu (29/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Gubernur Babel Hidayat Arsani yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Babel Elius Gani, Asisten Deputi Agung Pratistho, Plt Kepala Diskominfo Babel Fadjri Jagahitam, Ketua dan Wakil KI Babel, Ita Rosita dan Rikky Fermana, beserta jajaran.
Asisten Administrasi Umum Setda Babel Elius Gani, menyambut baik kehadiran perwakilan Kemenkopolkam RI, dalam rangka audiensi, serta evaluasi demi memperkuat komitmen pembangunan informasi dan pelayanan informasi publik di Negeri Serumpun Sebalai.
"Kami berharap audiensi ini menjadikan tata kelola komunikasi publik ke depannya semakin terbuka, partisipatif, dan akuntabel. Dari indeks-indeks, tentunya adalah buah kinerja kami. Untuk itu, kalau ada saran-saran akan menjadi evaluasi bagi kami," ujar Elius.
Asisten Deputi Agung Pratistho menjelaskan, audiensi yang diinisiasi pihaknya merupakan pesan Deputi dan Menkopolkam untuk mendengarkan tantangan, dan kinerja lembaga teknis pelaksanaan keterbukaan informasi di daerah.
"Kami ingin uji petik langsung, mendengar tentang pelaksanaan tugas kawan-kawan. Saya senang hadir di sini yang menunjukkan sinergi yang bagus antara pemerintah daerah dengan relasinya seperti KI Babel, sehingga bukti kehadiran negara dirasakan masyarakat," ujarnya.
Baik KI Babel maupun Diskominfo Babel, kemudian melakukan pemaparan berkenaan keterbukaan informasi yang diukur dari berbagai data. Sebagaimana dipaparkan Plt Kepala Diskominfo Babel, pada hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik oleh KI Pusat, selama enam tahun berturut-turut, Babel konsisten berada pada kategori informatif.
Sementara itu, pada tahun 2021, skor Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Babel berada di angka 76,51, kemudian tahun 2022 (74,50), tahun 2023 (79,36), dan tahun 2024 (69,82). Dari data tersebut, disimpulkan bahwa skor IKIP Babel setiap tahunnya berada di angka rata-rata nasional.
"Artinya, skor IKIP Babel selalu berada di skor nasional walaupun angka kenaikannya selalu fluktuatif. Begitu juga indeks komunikasi pembangunan dan informasi publik pada periode 2021-2024 disimpulkan secara umum kalau Babel menunjukkan tren yang baik, dan kompetitif dibandingkan dengan rata-rata nasional," ujar Fadjri.
Sementara itu, IKIP Babel 2025 mendapatkan catatan perlu meningkatkan pelibatan publik, dampak komunikasi, dan kepercayaan masyarakat, dengan beralih dari komunikasi yang sekadar informatif menjadi lebih partisipatif dan berdampak nyata.
Negeri Serumpun Sebalai juga memperoleh capaian dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), yang di mana terdapat faktor utama dalam peningkatannya, seperti portal Bangka Belitung Digital Service (BDS) sebagai layanan publik digital terpadu. Kemudian kampanye "Babel Semakin Cakap Digital" melalui seluruh kanal media milik Pemprov.
Selanjutnya, perluasan infrastruktur internet hingga wilayah blankspot juga dilakukan, perluasan akses informasi sampai ke pulau terluar Bangka Belitung, dan SPBE Babel berkategori sangat baik. Dari peningkatan ini, Babel meraih peringkat kedua nasional IMDI 2025, dengan skor 52,15, di mana di atas rata-rata nasional (44,53).
"Progres pada 2026 Diskominfo Babel memiliki strategi pemerataan akses informasi digital, yang menjadi kunci pemenuhan hak akses masyarakat atas informasi publik. Beberapa inovasi juga telah dilakukan dalam pelaksanan 2026," ujar Fadjri.
Inovasi-inovasi tersebut di antaranya, dengan menghadirkan portal PPID, layanan satu data, serta Limas Babel yang merupakan aplikasi wifi area publik dengan menghadirkan Mobil Kominfo (MINFO). Selanjutnya layanan disabilitas, Babel digital service, dan kolaborasi dengan humas/public relation.
Paparan yang dijabarkan Plt Kepala Diskominfo Babel di hadapan perwakilan Kemenkopolkam, mendapat penguatan dari KI Babel yang menilai keterbukaan informasi publik di Babel terus berjalan, semakin meningkat, dan semakin diterima oleh masyarakat. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Ketua KI Babel Ita Rosita.
"Ini bisa kami lihat pada saat kunjungan monitoring dan evaluasi, dan pada saat pelaksanaan sengketa informasi di Komisi Informasi, di mana badan publik melakukan pelayanan optimal, dan memberikan rambu-rambu proses persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon," pungkasnya.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Rangga Fotografer: Jo FandiEditor: Imelda Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaNoni Hidayat Inisiasi Pelatihan Membatik, Lestarikan Budaya dan Munculkan Potensi Usaha Baru
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, menginisiasi kegiatan Pelatihan Membatik.
Kegiatan itu digelar di Gedung Sekretariat PKK Provinsi Kepulauan Babel, Selasa (28/4/2026), dengan mengusung tema "Tingkatkan Kreativitas, Wujudkan Perempuan Berdaya dan Mandiri”.
Usai pelatihan, Noni mengemukakan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar transfer keterampilan dan peningkatan ekonomi. Menurut dia, membatik adalah identitas bangsa.
"Jika ibu-ibu PKK dan anak muda kita mahir membatik, maka budaya nusantara akan tetap lestari. Selain itu, akan muncul peluang usaha baru juga," kata Noni.
Noni mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi jalan pembuka untuk menciptakan perempuan berdaya dan mandiri secara ekonomi.
"Membatik berpotensi menciptakan peluang ekonomi baru, khususnya di lingkungan keluarga. Kami dari PKK siap mendampingi," ujarnya.
Noni berharap, pelatihan tersebut dapat menginspirasi pembentukan kelompok usaha batik di Kepulauan Babel.
"Semoga masyarakat kita terinspirasi dan akhirnya membentuk kelompok usaha batik di sini," tutupnya.
Untuk diketahui, selama pelatihan, para peserta dibimbing langsung oleh perajin batik lokal Pinang Sirih.
Mereka diajarkan sejumlah teknik dasar, mulai dari membatik dengan metode melipat, hingga proses pewarnaan kain.
Kegiatan ini diikuti 40 peserta, yang terdiri dari pengurus TP PKK Provinsi Kepulauan Babel dan perwakilan siswi SMAN 1 Pangkalanbaru.
Sumber: Dinas KominfoPenulis: Imelda Fotografer: LulusEditor: Yudhistira Kategori Info Publik: Tersedia Setiap SaatKategori Konten: BeritaPages
- « first
- ‹ previous
- 1
- 2
- 3
